Stasiun bus di Tiongkok sering terasa seperti kota kecil sendiri: ratusan orang antre, papan jadwal elektronik raksasa, dan aroma mi instan dari warung kaki lima. Bagi turis yang ingin keluar dari Beijing tanpa harus kembali ke bandara atau stasiun kereta, bus antar kota menawarkan rute yang lebih langsung ke kota-kota sekitarnya. Panduan naik bus antar kota di Tiongkok ini memandu langkah demi langkah, dari membeli tiket hingga tiba di tujuan.
Kenapa memilih bus antar kota?
Kereta cepat memang cepat, tetapi stasiunnya biasanya berada di pinggir kota dan tiketnya bisa habis untuk tanggal populer. Bus antar kota berangkat dari terminal yang lebih dekat ke pusat kota, dan jadwalnya sering lebih fleksibel. Untuk jarak menengah seperti Beijing ke Chengde atau Tianjin, bus bisa memakan waktu hanya sedikit lebih lama daripada kereta, tanpa perlu transit.
Kekurangannya, bus tidak selalu nyaman untuk perjalanan sangat jauh. Kursi reclining dan toilet onboard tersedia di bus kelas eksekutif, tetapi bus reguler biasanya berhenti di rest area setiap beberapa jam. Jika tujuanmu lebih dari 500 km, pertimbangkan kereta cepat atau penerbangan.
Jenis bus dan cara memilih kelas
Di terminal besar, kamu akan melihat beberapa jenis bus. Berikut perbedaan utamanya:
- Bus reguler (putong che): Kursi standar, berhenti di banyak terminal kecil, harga paling murah. Cocok untuk perjalanan jarak dekat.
- Bus ekspres (kuai che): Berhenti hanya di terminal utama, waktu tempuh lebih singkat, harga sedikit lebih tinggi.
- Bus eksekutif (gaoji che): Kursi lebih lebar dan bisa direbahkan, sering dilengkapi toilet dan air minum. Harga bisa dua kali lipat bus reguler, tetapi nyaman untuk perjalanan 4-6 jam.
Jika membawa banyak barang, cek apakah bus memiliki bagasi bawah. Bus eksekutif umumnya lebih longgar untuk koper besar.
Langkah membeli tiket bus
Ada dua cara utama: online atau langsung di terminal. Untuk pemesanan online, aplikasi seperti Ctrip atau WeChat mini program bisa digunakan, tetapi biasanya memerlukan verifikasi identitas Tiongkok. Turis asing sering lebih mudah membeli di loket terminal.
- Datang lebih awal. Terminal bus besar seperti Liuliqiao di Beijing bisa ramai, terutama akhir pekan. Tiba minimal 30 menit sebelum keberangkatan.
- Bawa paspor. Tiket bus antar kota di Tiongkok kini memerlukan identitas asli, dan paspor adalah dokumen yang diterima.
- Beli di loket. Tulis tujuan dan jumlah tiket di secarik kertas jika bahasa Mandarinmu terbatas. Petugas loket biasanya terbiasa dengan turis.
- Simpan tiket fisik. Kamu akan memindai tiket saat naik bus, jadi jangan sampai hilang.
Untuk perjalanan ke kota-kota dekat Beijing, kamu bisa memanfaatkan terminal bus yang terhubung dengan subway. Panduan cara naik subway Beijing untuk turis pertama kali bisa membantumu mencapai terminal dengan mudah.
Di dalam terminal dan saat naik bus
Setelah membeli tiket, cari papan informasi keberangkatan. Nama terminal tujuan biasanya ditulis dalam karakter Mandarin dan pinyin. Perhatikan nomor gerbang (gate) dan waktu boarding. Security check di terminal bus mirip dengan di stasiun kereta: tas diperiksa sinar-X, dan botol air kadang harus diminum di depan petugas.
Saat bus tiba, antre sesuai nomor yang tertera di tiket. Tempat duduk biasanya sudah ditentukan, tetapi pada bus reguler kamu bisa memilih kursi kosong. Simpan barang berharga di tas kecil yang dibawa ke kabin, bukan di bagasi bawah.
Tips perjalanan bus antar kota
- Bawa camilan dan air minum. Perjalanan bisa memakan waktu lebih lama dari perkiraan karena macet di jalan tol.
- Unduh peta offline. Sinyal internet di beberapa ruas jalan bisa hilang.
- Catat alamat terminal tujuan dalam bahasa Mandarin. Sopir bus tidak selalu bisa berbahasa Inggris, dan kamu perlu menunjukkan alamat saat tiba.
- Pertimbangkan asuransi perjalanan. Kecelakaan lalu lintas jarang terjadi, tetapi memiliki perlindungan tambahan tidak ada salahnya.
Jika kamu berencana melanjutkan perjalanan ke Shanghai dengan kereta cepat setelah tiba di kota lain, panduan naik kereta cepat Beijing ke Shanghai bisa menjadi referensi untuk rute selanjutnya.
Alternatif transportasi dan hal yang perlu dipertimbangkan
Bus bukan satu-satunya pilihan. Untuk jarak jauh, kereta cepat lebih cepat dan nyaman, sementara penerbangan domestik kompetitif untuk rute di atas 1.000 km. Namun, bus unggul dalam hal akses: terminal bus tersebar di banyak kota kecil yang tidak memiliki stasiun kereta.
Bagi yang ingin menyewa kendaraan sendiri, ada baiknya memahami prosesnya di negara lain sebagai gambaran. Misalnya, cara menyewa rumah pertama di Kanada untuk pendatang memberikan wawasan tentang persiapan dokumen, meskipun konteksnya berbeda dengan menyewa mobil di Tiongkok. Prinsipnya mirip: siapkan identitas dan pahami kontrak.
Selama perjalanan, hiburan sering menjadi tantangan. Jika kamu penggemar olahraga, terutama basket, sepak bola, atau UFC, menonton bareng secara gratis dengan host yang lucu bisa menjadi pilihan. Situs tarkamlive menyediakan streaming pertandingan dengan komentar ringan, cocok untuk mengisi waktu di terminal atau saat istirahat di rest area.
Untuk memahami sistem transportasi umum di negara lain, kamu bisa membaca panduan cara naik metro di Italia untuk pemula. Meskipun berbeda negara, prinsip dasar navigasi dan membaca peta tetap relevan.
Ringkasan
Naik bus antar kota di Tiongkok memerlukan persiapan sederhana: bawa paspor, beli tiket di loket, dan pahami jenis bus yang tersedia. Dengan perencanaan yang tepat, bus bisa menjadi cara ekonomis dan fleksibel untuk menjelajah kota-kota di sekitar Beijing. Selalu siapkan buffer waktu dan simpan tiket baik-baik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah turis asing bisa membeli tiket bus antar kota tanpa kartu identitas Tiongkok?
Bisa. Paspor adalah dokumen yang sah untuk pembelian tiket bus antar kota. Pastikan paspor asli dibawa, bukan fotokopi.
Berapa lama sebelumnya saya harus tiba di terminal bus?
Untuk terminal besar di kota besar seperti Beijing, tiba 30-45 menit sebelum keberangkatan. Terminal kecil cukup 15-20 menit.
Apakah ada bus malam antar kota?
Beberapa rute jarak jauh menyediakan bus malam dengan kursi reclining. Namun, untuk alasan kenyamanan dan keamanan, banyak turis memilih bus siang hari.